JAKARTA – Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat Enterprise Linux 8.1, versi terbaru dari platform Linux enterprise terkemuka di dunia. Sebagai rilis minor pertama dari platform Red Hat Enterprise Linux 8.

Red Hat Enterprise Linux 8.1 meningkatkan pengelolaan, keamanan dan kinerja sistem operasi yang mendukung cloud hybrid terbuka sekaligus menambahkan kemampuan baru untuk mendorong inovasi pengembang.

“Cloud hybrid didorong oleh fondasi yang konsisten, andal, dan lebih aman. Kami merancang Red Hat Enterprise Linux sebagai fondasi untuk masa depan komputasi enterprise. Red Hat Enterprise Linux 8.1 terus melakukan pengembangan berdasarkan visi ini bagi para pelanggan dan mitra kami seperti Microsoft dan SAP, serta menyempurnakan kecerdasan, otomatisasi, dan peningkatan keamanan yang dibutuhkan oleh tim-tim TI untuk menghadirkan beban kerja produksi di cloud hybrid sambil tetap membantu mendorong inovasi pengembangan aplikasi,” kata Stefanie Chiras, Vice President dan General Manager, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/12).

Red Hat Enterprise Linux adalah landasan dari portofolio cloud hybrid terbuka Red Hat, yang menjadi mesin pendorong utama yang memungkinkan beban kerja kompleks untuk dikembangkan dan dikerahkan di seluruh lingkungan cloud fisik, virtual, pribadi, dan publik dengan kepercayaan diri dan kontrol yang lebih besar.

Sebagai penopang cloud hybrid, platform Linux enterprise terkemuka di dunia ini memberikan pengalaman pengguna yang konsisten di seluruh penyebaran on-premise dan semua infrastruktur cloud public utama. Pada saat yang sama, platform ini mendukung beban kerja produksi utama seperti Microsoft SQL Server dan SAP HANA sekaligus memungkinkan beban kerja baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (machine learning/ML).

Red Hat Enterprise Linux 8.1 adalah rilis Red Hat Enterprise Linux pertama yang memiliki jadwal rilis yang dapat diprediksi yang diumumkan pada Red Hat Summit 2019, dengan rilis minor yang tersedia setiap enam bulan. Jadwal ini memberikan pelanggan dan mitra Red Hat kapasitas untuk mempersiapkan rilis baru secara terencana sambil meminimalkan pemadaman yang tidak direncanakan dan downtime dari sistem-sistem kritis.

Siklus rilis yang dapat diprediksi juga memungkinkan mitra-mitra Red Hat, mulai dari penyedia software hingga vendor hardware, untuk mengembangkan dan menghadirkan penawaran inovatif generasi berikutnya dengan jadwal yang jelas sehubungan dengan rilis baru Red Hat Enterprise Linux 8 yang akan tersedia.

Semua pelanggan Red Hat Enterprise Linux dengan dukungan penuh kini juga memperoleh akses ke Red Hat Insights, penawaran analitik proaktif dari Red Hat. Ditujukan untuk membantu mengatasi konfigurasi dan masalah sistem lainnya sebelum berdampak pada produksi.

Red Hat Insights memiliki lebih dari 1.000 aturan untuk mengoperasikan Red Hat Enterprise Linux on-premise atau di cloud publik seperti AWS dan Microsoft Azure. Aturan-aturan ini mendukung analitik untuk beban kerja seperti SAP HANA dan Microsoft SQL Server dan membantu administrator TI untuk lebih cepat mengatasi risiko kinerja, keamanan, ketersediaan, dan stabilitas untuk menjaga agar operasi berjalan dengan lancar.

Red Hat Enterprise Linux 8.1 juga menambahkan Red Hat Enterprise Linux System Roles baru, yang merampingkan proses pengaturan subsistem Red Hat Enterprise Linux untuk menangani fungsi tertentu, seperti penyimpanan, jaringan, sinkronisasi waktu, kdump dan SElinux.

Hal ini memperluas koleksi system role Ansible yang ada untuk Red Hat Enterprise Linux 8 sehingga dapat melengkapi otomatisasi konfigurasi secara lebih baik di berbagai versi Red Hat Enterprise Linux yang dikerahkan sebagai penopang infrastruktur TI enterprise.

Memadukan Inovasi

Seiring perusahaan-perusahaan di seluruh dunia berusaha untuk mendapatkan keunggulan kompetitif atau sekadar melayani pengguna akhir mereka dengan lebih baik, mereka kerap berupaya untuk bertransformasi melalui teknologi digital seperti container Linux, microservice, Kubernetes atau layanan cloud hybrid.

Namun, semua inovasi ini membutuhkan tingkat keamanan dan pengawasan kepatuhan yang sama dengan penerapan software dan hardware tradisional. Red Hat Enterprise Linux 8.1 melanjutkan komitmen Red Hat untuk menghadirkan inovasi terbuka yang dipadukan dengan peningkatan keamanan software yang diperlukan untuk melindungi data dan beban kerja yang sensitif.

Red Hat Enterprise Linux 8.1 menambahkan dukungan penuh untuk live kernel patching untuk membantu tim operasi TI mengimbangi lanskap ancaman yang terus berubah tanpa menimbulkan downtime yang berlebihan pada sistem.

Pembaruan kernel kini dapat diterapkan untuk memulihkan Critical or Important Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) sekaligus mengurangi kebutuhan untuk system reboot sehingga membantu menjaga beban kerja kritis agar berjalan secara lebih aman. Peningkatan keamanan tambahan termasuk perbaikan CVE yang disempurnakan, perlindungan memori tingkat kernel dan teknologi application whitelisting.

Profil SELinux yang berpusat pada container disertakan dalam Red Hat Enterprise Linux 8.1 sehingga memungkinkan untuk membuat kebijakan keamanan yang lebih khusus untuk mengontrol bagaimana layanan containerized mengakses sumber daya sistem host.

Hal ini mempermudah untuk memperkeras sistem produksi terhadap ancaman keamanan yang menargetkan aplikasi cloud-native dan menyediakan cara yang lebih ramping untuk mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan dengan mengurangi risiko menjalankan container khusus.

Sebagai landasan dari beban kerja yang sensitif dan mission-critical, Red Hat Enterprise Linux 8.1 telah dirancang bagi banyak sertifikasi keamanan terbaru termasuk Federal Information Processing Standards (FIPS) dan Common Criteria (CC).