JAKARTA – Sejumlah pelaku usaha fintech peer to peer (P2P) lending memproyeksi penyaluran pembiayaan semakin agresif pada 2020. Secara umum, pembiayaan dipatok tumbuh lebih dari dua kali lipat atau meningkat sebesar 100% secara year on year (yoy).

CEO dan Co-Founder Akseleran, Ivan Tambunan, mengatakan, pihaknya optimistis pembiayaan tahun depan dapat tumbuh positif dibandingkan tahun ini. Perseroan menargetkan pertumbuhan mencapai dua setengah kali lipat atau naik 150% (yoy).

“Target nilai pembiayaan tahun 2020 dapat mencapai Rp 2 triliun. Pertumbuhannya dua setengah kali lipat dibandingkan yang kami targetkan pada tahun ini,” kata Ivan saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (3/12).

Ivan memaparkan, Akseleran fokus pada sektor produktif. Utamanya berbasis invoice financing dan pre invoice financing yang saat ini berkontribusi mencapai 90% dari total pembiayaan.

Selain itu, pihaknya melakukan penetrasi dalam skema kemitraan supply chain financing. Khusus pada pembiayan mikro, akses pun telah disediakan lewat online merchant financing dengan menggandeng e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Mengutip data terakhir perseroan, total pembiayaan Akseleran sampai 2019 mencapai Rp 848,71 miliar. Sepanjang 2019 saja, tercatat pembiayaan mencapai Rp 637,99 miliar dengan outstanding sebesar Rp 203,81 miliar.

Adapun jumlah peminjam (borrower) mencapai 2.022, dengan 1.911 merupakan borrower aktif. Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) perseroan sebesar 96,69%.

Sementara itu, CEO Awan Tunai, Dino Setiawan, memproyeksikan pembiayaan meningkat hingga 35 kali lipat pada tahun depan. Perseroan berharap bisa menyalurkan pembiayaan mencapai US$ 250 juta atau setara Rp 3,5 triliun (kurs Rp 14.000).

Dia mengatakan, sektor yang perseroan layani merupakan rantai pasok tradisional khususnya warung atau toko usaha. Potensi pasar juga masih terlampau luas dengan cakupan tersebut. Lagi pula, sektor itu masih belum banyak terjangkau oleh pembiayaan konvensional seperti perbankan. Begitu juga sentimen pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu berdampak.

Pertumbuhan kami tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi, karena kami memberikan pembiayaan murah kepada jutaan orang yang tidak pernah bisa mendapatkan modal murah untuk mengembangkan bisnis mereka,” ujar Dino.

Sektor lain, kata dia, juga masih terbuka lebar untuk dirambah. Saat ini perseroan baru bermitra dengan 40 distributor atau supplier. Padahal sektor tersebut terdapat ribuan pangsa pasar potensial. Apalagi, saat ini pihaknya hanya fokus pada satu produk yakni AwanTempo. Sebuah produk pembiayaan bagi sektor tersebut, termasuk juga bagi warung dan toko usaha.